Coba perhatikan lagi koleksi produk perawatan wajah yang Anda miliki saat ini. Beberapa mungkin mencantumkan asam salisilat, retinol, sampai Alpha-Hydroxy Acids & BHA pada label komposisinya. Jadi sebenarnya, apa itu AHA, BHA, PHA dan retinol? Bagaimana cara mengombinasikan bahan-bahan tadi supaya dapat bekerja aporisma & bukannya malah mengakibatkan kulit kita iritasi? Simak di sini!
Apa bedanya AHA, BHA, dan retinol?
AHA
AHA atau Alpha-Hydroxy Acids merupakan jenis asam yang didapat menurut pengolahan tanaman & hewan. Kandungan AHA di pada perawatan kulit bisa ditemukan dalam bentuk:
- Citric acid (dari berdasarkan jeruk)
- Glycolic acid (berasal menurut tebu)
- Hydroxycaproic acid (dari dari royal jelly)
- Hydroxycaprilic acid (berasal dari hewan)
- Lactic acid (dari menurut karbohidrat)
- Malic acid (berasal berdasarkan buah-buahan)ng
- Tartaric acid (dari berdasarkan anggur)
AHA memiliki poly fungsi buat kecantikan dan kesehatan kulit. Mulai berdasarkan mengobati jerawat, memudarkan bekas jerawat, mengangkat sel kulit tewas, mencerahkan warna kulit, mengecilkan pori, mengenyalkan kulit & mengembalikan elastisitasnya, hingga menangkal efek penuaan dini seperti kerutan & garis halus.
Alpha-hydroxy acid beserta semua turunannya terbukti aman untuk kulit. Tetapi karena sifatnya yang relatif mengiritasi, Anda disarankan buat menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung konsentrasi AHA <10 %. Dari ke 7 bahan di atas, glycolic acid & lactic acid yg paling terkenal dimasukkan ke dalam produk perawatan kulit karena jarang menciptakan iritasi.
Perlu dicatat bahwa efek alpha-hidroxy acid khususnya dalam kulit berjerawat umumnya baru terlihat sehabis pemakaian secara rutin selama dua-3 bulan.
BHA
Asam salisilat menjadi satu-satunya sumber BHA seringkali kali dipasarkan sebagai obat jerawat. Tetapi selain mengeringkan jerawat, asam salisilat ternyata jua berfungsi buat mengelupaskan kulit meninggal & mengurangi produksi minyak wajah (sebum) sehingga bisa mengurangi terbentuknya komedo hitam (blackhead) serta komedo putih (whiteheads).
Carilah produk perawatan kulit yang mengandung konsentrasi BHA lebih kurang 0.5 – lima% supaya efektif mengobati jerawat. Namun ingat juga, semakin tinggi konsentrasi BHA-nya, akan semakin membuat kulit Anda lebih gampang mengalami iritasi.
Tips mengombinasikan produk AHA dan BHA
AHA lebih cocok digunakan buat Anda yg mengalami kasus kulit berkaitan menggunakan penuaan seperti flek hitam dan kerutan, sedangkan BHA lebih disarankan bagi Anda yg memiliki kulit sensitif dan rentan berjerawat.
Jika anda mempunyai lebih dari satu masalah kulit sebagai akibatnya ingin memakai AHA dan BHA sekaligus, lakukan menggunakan hati-hati. Mulailah menggunakan konsentrasi yg paling rendah terlebih dahulu & pastikan kulit Anda tidak mengalami iritasi.
PHA
PHA atau Polyhydroxy acids merupakan senyawa turunan dari AHA yang berfungsi mengelupas sel-sel kulit mangkat dan meratakan warna kulit. Tetapi, PHA cenderung nir mengiritasi seperti AHA dan BHA. PHA pula nir meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar mentari misalnya AHA dan BHA.
PHA akan membantu proses eksfoliasi kulit bagian terluar (epidermis) tanpa menciptakan kulit sebagai kering. Lantaran sifatnya inilah, PHA cocok bagi Anda yang mempunyai kulit sensitif terhadap AHA & BHA. PHA pula bisa menyediakan asupan antioksidan buat menaikkan kolagen pada kulit wajah, sebagai akibatnya mengurangi proses penuaan.
Beberapa jenis PHA yg dapat Anda temukan merupakan gluconolactone, galactose, dan lactobionic acids.
Retinol
Retinol adalah produk perawatan wajah yang asal berdasarkan vitamin A. Retinol berfungsi sebagai agen anti-aging, buat memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi kerutan dan garis halus pada paras yg seringnya mulai ada seiring usia bertambah tua.
Itu kenapa penggunaan produk kecantikan mengandung retinol lebih generik ditujukan pada orang-orang yang sudah berusia pada atas 30 tahun. Selain impak anti-aging, retinol juga berfungsi buat meratakan rona kulit dengan memudarkan flek-flek cokelat akibat penuaan & mengelupaskan sel kulit mati.
Selain itu, retinol juga bantu mengurangi jerawat menggunakan menghilangkan sumbatan pada pori-pori wajah, mengecilkan pori, serta membasmi bakteri penyebab jerawat.
Tetapi hati-hati pada memakai retinol, karena zat ini sangat mengiritasi kulit.

0 Response to "AHA, BHA, PHA dan Retinol Dalam Produk Kecantikan Anda: Apa, Sih, Bedanya?"
Post a Comment